MENANAM MANGROVE PULIHKAN KELESTARIAN LINGKUNGAN

Bumimulyo, 23 Oktober 2020

Tanam mangrove ini baru pertama kali diadakan oleh desa Bumimulyo Kecamatan Batangan Kabupaten Pati. Namun kegiatan ini sebagai awal bagi mereka, kedepannya akan ada kegiatan yang berkesinambungan seperti perawatan dan evaluasinya seperti apa, hasil dari penanaman tersebut. Tujuan dari penanaman ini adalah agar masyarakat dan komunitas lain bahwa tidak hanya penanaman saja tapi ada tindak lanjutnya, sehingga mengetahui hasil dari penanaman mangrove tersebut.

Dalam kegiatan penanaman mangrove ini BP. DASHL Prop Jateng bekerja sama dengan ketua kelompok tani desa Bumimulyo dalam pengadaan 40.000 bibit mangrove dengan luas 4 Ha. Selain itu juga bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Kabupaten Pati. Dalam praktiknya mereka juga dibantu oleh para pegiat mangrove dari desa Bumimulyo tersebut untuk bersama menanam bibit mangrove di pesisir pantai.

Ketua BP. DASHL Prop Jateng berharap kedepannya penanaman pohon ini akan ada jilid 2-nya sebagai monitoring. Dengan harapan tidak hanya panitia saja, tapi peserta yang kali ini ikut dapat turut serta di kegiatan monitoring. Jadi tidak hanya anggota  BP. DASHL Prop Jateng saja, tapi teman-teman yang ikut bisa senang melihat pohon bakau yang ditanam dapat tumbuh itu merupakan sebuah kemenangan kecil bagi diri kita sendiri.

Salah satu bentuk kepedulian adalah dengan ikut serta dalam penanaman tanaman bakau atau yang sering disebut juga mangrove. Iya, beradaan ekosistem mangrove terbilang cukup penting khususnya bagi kawasan pesisir, baik sebagai benteng pertahanan terhadap resiko bencana maupun sebagai mata pencaharian alternatif melalui pengembangan industri pariwisata.

Tanaman bakau berfungsi utama sebagai pencegah abrasi dan erosi (pengikisan tanah) di kawasan pantai. Ekosistem mamgrove juga menjadi tempat hidup biota laut dan satwa-satwa disekitar area itu. Saat ini sudah banyak lembaga dan elemen masyarakat yang turut serta dalam kegiatan menanam mangrove, tujuannya tak lain untuk memperbaiki lahan dan wilayah kawasan pesisir yang rusak agar hijau kembali.

Keberadaan ekosistem mangrove  memberikan banyak manfaat bagi keseimbangan lingkungan disamping itu peran lainnya :

Mencegah Erosi Pantai
Erosi pantai akan terus menggerus permukaan bumi sehingga mengancam lingkungan manusia. Erosi adalah terkikisnya lahan atau permukaan tanah yang disebabkan oleh aliran air sedangkan abrasi merupakan terkikisnya permukaan tanah yang disebabkan oleh hempasan ombak laut. Salah satu cara mencegah terjadinya erosi dan abrasi dibutuhkan sesuatu yang kuat untuk menghindari pengerusan saat ombak besar terjadi.

Oleh sebab itu, penanaman Mangrove kian di berdayakan sebab pohon Mangrove diyakini mempunyai sistem perakaran yang sangat kuat sehingga  mampu meredam energi gelombang laut yang terjadi. Selain itu keberadaan Mangrove dapat menahan arus serta sedimen yang di bawa oleh gelombang.

Sekumpulan ekosisten Mangrove  tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak di garis pantai. Kehidupannya dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Tumbuhan yang hidup di ekosistem mangrove bersifat unik karena merupakan gabungan dari ciri-ciri tumbuhan yang hidup di darat dan di laut. Kawasan ekosistem mangrove adalah salah satu tempat yang paling nyaman untuk beberapa jenis mahluk hidup dan organisme. Beberapa spesies seperti udang, ikan dan kepiting banyak berkembang di kawasan ini. Sebagaimana diketahui beberapa mahluk hidup tersebut cukup bermanfaat sumber nutrisi dan makanan yang penting untuk kesehatan.

Mencegah Pemanasan Global
Pemanasan global memang menjadi ancaman yang sangat serius untuk alam dan manusia. Salah satu cara untuk mencegah atau mengurangi dampak pemanasan global adalah dengan mengembangkan kawasan ekosistem mangrove. Tanaman mangrove juga memiliki nilai guna sebagai salah satu penopang pemanasan dari perairan laut. Pemanfaatan ekosistem pesisir untuk karbon biru ( sebagai bentuk upaya untuk mengurangi emisi karbondioksida ) yang memerlukan pengelolaan berkelanjutan

Mempengaruhi iklim dan cuaca
Habitat pesisir dapat menghentikan penyusutan dan degradasi penyerap karbon alami penting, sehingga berkontribusi terhadap emisi karbondioksida dan mitigasi perubahan iklim dalam jangka panjang. Hal inu terbukti dapat mengembalikan areal ekosistem karbon biru yang telah hilang terutama dari aspek ekologi. Lahan mangrove memegang peranan dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dengan kemampuan menyimpan karbon 3-5 kali lebih banyak dari pohon tropis.

Menjaga Kualitas Air dan Udara
Kawasan ekosistem mangrove bisa membantu manusia dalam mendapatkan air bersih dan udara yang segar. Kawasan  mangrove memiliki fungsi untuk menyerap semua kotoran yang berasal dari sampah manusia maupun kapal yang berlayar di laut. Manfaat hutan mangrove bagi kehidupan akan menyerap semua jenis logam berbahaya dan membuat kualitas air menjadi lebih bersih.

“Kalau belum ada kepedulian lingkungan, setidaknya cintai diri kita sendiri. Kita yang memakai, kita yang juga yang harus sadar. Ketika kita memakai plastik, ya bagaimana tanggungjawab kita terhadap plastik itu. Kalau perlu mengulangi dari mulai diri sendiri, karna yang namanya dari diri sendiri bisa menularkan kepada orang lain secara masif. Ibaratnya leading by example,” ajak Supratiknyo, SH selaku ketua Kelompok Tani  desa Bumimulyo terkait pelestarian lingkungan.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan