HEBOHnya Pemulasan Jenazah Perempuan di Desa Bumimulyo

 

Batangan-Bumimulyo, 8 April 2021

Pelatihan Pemulasaran Jenazah yang diadakan oleh Tim Penggerak PKK Desa Bumimulyo pada hari Minggu,28 Maret 2021 jam 09.00 WIB. Sebanyak 20 peserta dari 15 RT dan 3 RW Desa Bumimulyo mengikuti pelatihan tersebut.

Pelatihan ini dilaksanakan 2 kali pertemuan,yaitu tanggal 28 Maret 2021 untuk pemaparan materi dan tanggal 04 April 2021 untuk praktik pemulasan jenazah. Pelatihan ini dibuka oleh Ibu Sri Muryanti,M.Pd selaku Ketua TP.PKK Desa Bumimulyo.

Pelatihan diadakan di Joglo Desa Bumimulyo yang bertempat di sebelah timur Bumdes Tambak Jaya. Nara sumber Ustadzah Nashiroh,S.Pd.I dari Desa Trangkil Pati yang saat ini sebagai pengajar di Yaumi Fathimah Pati dan Bapak Ahmad Waidi selaku Kasi Pelayanan Desa Bumimulyo.

 

 

 

Pelatihan Pemulasaran Jenazah ini diadakan berawal dari keprihatinan warga Desa Bumimulyo, terutama kalangan ibu- ibu ketika ada kematian . Mereka kesulitan dalam mencari orang yang mau memandikan istilahnya nyewo’i jenazah perempuan. Sehingga harus mendatangkan  dari desa lain. Dulunya di Desa Bumimulyo juga ada orang yang bertugas nyewo’i , tetapi dengan barjalannya waktu, beliau- beliau ini meninggal dan dan belum ada penggantinya yang bertugas memulasi jenazah.

Maka dengan dipandegani  beliau Sri Muryanti,M.Pd. terwujudlah Pelatihan Pemulasaran Jenazah ini. Dengan harapan dapat mendapatkan orang orang yang mau menjadi petugas memandikan jenazah perempuan.

 

Bapak Ahmad Waidi mengatakan, “bahwasanya yang wajib memandikan jenazah adalah keluarganya karena berhubungan dengan aurat”. Walaupun  mengurus jenazah bukan tugas dari Kasi Pelayanan, namun beliau tidak memungkiri karena bengkok ( imbalan dari desa untuk perangkat yang berupa sawah /tambak ) adalah bengkok Modin. Sehingga untuk urusan jenazah beliau yang memegang.

Selanjutnya pemaparan materi disampaikan oleh Ustadzah Nashiroh ,S.Pd.I . Pelatihan pertama dengan penyampaian materi mulai dari hal – hal yang perlu dilakukan ketika sakit sampai cara mengkafani  jenazah. Semua materi dikupas habis oleh Ustazdah Nashiroh,  dengan penyampaian yang menyenangkan , sehingga padatnya materi tidak membosankan malah membuat penasaran para peserta pelatihan.

Dalam paparan beliau , jika kita menjadi petugas pemulasaran jenazah Perlakukan jenazah sebagaimana kita memperlakukan orang yang masih hidup, harus dengan lembut dan jangan mendzolimi, “kata Ustazdah Nashiroh”.

Penyampaian materi terjeda beberapa saat dengan kumandang azan Dzuhur.

Para peserta pelatihan menunaikan salat Dzuhur berjama’ah dan dilanjutkan makan siang. Pelatihan dilanjutkan kembali ,sampai materi habis.

Pelatihan ini tetap menerapkan protokol kesehatan. Peserta pelatihan tetap memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

 

 

Penulis : Ibu Yasminah

Editor : Dian Rahmasari

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan